Entri Populer

div class='clear'>

Jumat, 16 Desember 2011

JURNALISTIK HASBULLAH


KOMUNIKASI DAN JURNALISTIK
SERTA KAITANNYA
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengantar Komunikasi dan Jurnalistik
Dosen : Asep Saparudin













Disusun Oleh
Kelompok 4
Nurhayati
Desi Nurwanti – Irfan Handi

PROGRAM STUDI DIKSATRASIADA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR
BANTEN
2011
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Alhamdulillahirobil’ alamin, puji syukur penyusun sampaikan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Komunikasi dan Jurnalistik serta kaitannya  Makalah ini di buat sebagai salah satu tugas mata kuliah Pengantar Komunikasi dan Jurnalistik.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh sebab itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun, dari pembaca guna untuk intropesi, untuk perbaikan kualitas makalah dimasa mendatang.

Cikaliung, 14 Desember 2011



Penyusun



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
B.     Tujuan Pembahasan................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Komunikasi ............................................................................ 2
a.       Secara Terminologis............................................................................
b.      Secara Paradigmatis............................................................................
B.     Proses........................................................................................................
a.       Proses Komunikasi tatap muka...........................................................
b.      Proses Komunikasi bermedia..............................................................
C.     Pengertian Jurnalistik................................................................................
D.    Bentuk.......................................................................................................
a.       Jurnalistik Media Cetak.......................................................................
b.      Jurnalistik Media Elektronik Auditif..................................................
c.       Jurnalistik Media Elektronik Audio Visual.........................................
E.     Hubungan / Ikatan Komunikasi dengan Jurnalistik..................................
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................
B.     Saran..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAK
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Komunikasi
a.    Secara Terminologis
Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, di mana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Jadi, yang terlihat dalam komunikasi itu adalah manusia. Karena itu, komunikasi yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi manusia atau dalam bahasa asing human communication, yang sering kali pula disebut komunikasi sosial atau social communication.
b.    Secara Paradigmatis
Dalam pengertian paradigmatis, komunikasi mengandung tujuan tertentu; ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, televisi, atau film, maupun media nonmassa, misalnya surat, telepon, papan pengumuman, poster, spandoek dan sebagainya.
Jadi komunikasi dalam pengertian paradigmatis bersifat intensional (intentional), mengandung tujuan; karena itu harus dilakukan dengan perencanaan. Sejauh mana kadar perencanaan itu, bergantung kepada pesan yang akan dikomunikasikan dan pada komunikan yang dijadikan sasaran.
Mengenai pengertian komunikasi secara paradigmatis ini banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi dari sekian banyak definisi itu dapat disimpulkan secara lengkap dengan menampilkan maknanya yang hakiki, yaitu :
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media.

B.  PROSES KOMUNIKASI
Dari pengertian komunikasi sebagaimana diutarakan diatas, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang di cakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam “bahasa komunikasi” komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:
-       Komunikator     –  orang yang menyampaikan pesan;
-       Pesan                 –  pernyataan yang didukung oleh lambang;
-       Komunikan        –  orang yang menerima pesan
-       Media                – sarana atau saluran yang mendukung pesan bilakomunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya;
-       Efek                   –  dampak sebagai pengaruh dari pesan
Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek menurut kadarnya, yakni:
a)    dampak kognitif
b)    dampak afektif
c)    dampak behavioral
dampak kognitif adalah dampak yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu meningkat intelektualitasnya.
Dampak efektif lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognitif. Di sini tujuan komunikator bukan hanya sekadar supaya komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya; menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah, dan sebagainya.
Yang paling tinggi kadarnya adalah dampak behavioral, yakni dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan, atau kegiatan.
a.    Proses Komunikasi Tatap Muka
Dikatakan komunikasi tatap muka karena ketika komunikasi berlangsung, kimunikator dan komunikan saling berhadapan sambil saling melihat. Dalam situasi komunikasi seperti ini komunikator dapat melihat dan mengkaji diri sikomunikan secara langsung. Karena itu, komunikasi tatap muka sering kali disebut juga komunikasi langsung (direct communication). Komunikator dapat mengetahui efek komunikasinya pada saat itu juga. Tanggapan/respons komunikan itu tersalurkan langsung kepada komunikator. Oleh sebab itu pula sering dikatakan bahwa dalam komunikasi tatap muka arus balik atau umpan balik (feedback) terjadi secara langsung. Arus balik atau umpan balik adalah tanggapan komunikan yang tersalurkan kepada komunikator. Dengan lain perkataan, komunikator mengetahui tanggapan komunikan terhadap pesan yang disampaikan kepadanya.
a.    Komunikasi Antarpersona
Komunikasi antarpersona (interpersonal communication) adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis, berupa percakapan.
b.    Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi dengan sejumlah komunikasi. Karena jumlah komunikan itu menimbulkan konsekuensi, jenis ini diklasifikasikan menjadin komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar.
b.    Proses komunikasi bermedia
Komunikasi bermedia disebut juga komunikasi tak langsung (indirect communication), dan sebagai konsekuensinya arus balik pun tidak terjadi pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikator tidak mengetahui tanggapan komunikan pada saat ia berkomunikasi. Oleh sebab itu, dalam melancarkan komunikasi dengan menggunakan media, komunikator harus lebih matang dalam perencanaan dan persiapannya sehingga ia merasa pasti bahwa komunikasinya itu akan berhasil.
a.    Komunikasi bermedia massa
b.    Komunikasi bermedia nirmassa
C.  Pengertian Jurnalistik
Secara etimologis, jurnalistik berasal dari bahasa perancis yaitu “Sourn” yang artinya catatan atau laporan harian secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.
Dengan demikian, jurnalistik bukanlah pers, bukan pula media massa. Jurnalistik adalah kegiatan yang memungkinkan pers atau media massa bekerja dan diakui eksistensinya dengan baik.
Dalam kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, dan sebagainya (Assegaff, 1983:9). Menurut Ensiklopedia Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran, dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada (suhandang, 2004 : 22). Dalam leksikon komunikasi dirumuskan, jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita juga karangan untuk surat kabar, majalah serta media massa lainnya seperti radio dan televisi (kridalaksana, 1997 : 44).
Menurut Onong Ucahjana Effendy mengemukakan, secara sederhana jurnalistik dapat didefinisikan sebagai teknik mengelola berita mulai dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada masyarakat (2003 : 95).
Secara teknis, jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarluaskan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.
Dari definisi tersebut di dapati empat unsur yang membangun dunia jurnalistik:
(a)      (1) Informasi
(b)     (2) Penulisan Informasi
(c)      (3) Penyebarluasan Informasi, dan
(d)     (4) Media Massa
a.    Informasi
Informasi (Information) adalah keterangan, pesan, gagasan, ataun pemberitahuan tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam definisi jurnalistik di atas, informasi yang dimaksud adalah news (berita), views (pandangan atau opini), dan karangan khas yang disebut feature yang berisikan fakta dan opini.
b.    Penulisan Informasi
Penulisan informasi adalah aktivitas penulisan atau penyusunan berita, opini, dan feature untuk di publikasikan atau di muat di media masa. Sumber tulisan atau yang menjadi bahannya adalah peristiwa atau gagasan. Aktivitas tersebut dilakukan oleh wartawan (journalist) dan penulis (writer). Karenanya, jurnalistik disebut pula “dunia kewartawanan dan kepenulisan”.
c.    Penyebarluasan Informasi
Penyebarluasan Informasi maksudnya adalah penyebarluasan media massa yang berisikan berita, opini, dan feature yang ditulis oleh wartawan atau penulis. Jika medianya berupa media massa elektronik (radio atau tekevisi), pembaca berita (newscaster, newsreader), atau langsung dilakukan oleh wartawannya (on air, live).
Jika medianya berupa media massa cetak, maka penyebarluasan di lakukan oleh bagian penjualan atau pemasaran (marketing), khususnya bagian sirkulasi atau distribusi. Pemasaran media massa cetak dilakukan oleh bagian usaha (business departement) yang biasanya di pimpin oleh usaha atau manajer pemasaran (marketing manager). Pemasaran media itu umumnya dilakukan melalui agen-agen, kios-kios koran, atau penjualan langsung (direct selling) oleh pengecer.
d.   Media Massa
Media Massa (Mass Media) – singkatan dari media komunikasi massa – merupakan channel of mass communication, yaitu saluran, alat, atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa.
D.  Bentuk Jurnalistik
Dilihat dari segi bentuk dan pengelolaannya, jurnalistik dibagi kedalam tiga bagian besar, yaitu sebagai berikut :
a)    Jurnalistik Media Cetak
Jurnalistik media cetak dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor verbal dan visual. Verbal sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun dalam rangkaian kalimat dan paragrap yang efektif dan komunikatif. Visual, menunujuk pada kemampuan kita dalam menata, menempatkan, mendesain tata letak atau hal-hal yang menyangkut segi perwajahan materi berita yang ingin kita sampaikan kepada pembaca memang merupakan hal yang sangat penting. Namun, bila berita tersebut tidak ditempatkan dengan baik, dampaknya akan kurang berarti. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh bagiandesain visual, tata letak, atau perwajahan.
Dalam perspektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak, bukan saja harus benar, jelas dan akurat, melainkan juga harus akurat, membangkitkan minat dan selera baca (surat kabar, majalah), selera dengar (siaran radio), dan selera menonton (televisi). Inilah antara lain yang membedakan karya jurnalistik dengan karya lainnya seperti karya ilmiah.
Karya jurnalistik harus benar dan dikemas dalam bahasa dan penyajian yang menarik. Karya ilmiah, maaf biasanya hanya benar tetapi kurang menarik. Membaca karya jurnalistik cepat tuntas. Membaca karya ilmiah jarang tuntas karena cepat mengantuk.
b)   Jurnalistik Media Elektronik Auditif (Radio Siaran)
Jurnalistik media elektronik auditif atau jurnalistik radio siaran, lebih banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal dan fisikal. Verbal berhubungan dengan kemampuan menyusun kata, kalimat, dan paragraf secara efektif dan komunikatif. Teknologikal berkaitan dengan teknologi yang memungkinkan daya pancar radio dapat ditangkap dengan jelas dan jernih oleh pesawat radio penerima. Fisikal, erat kaitannya dengan tingkat kesehatan fisik dan kemampuan pendengaran khalayak dalam menyerap dan mencerna setiap pesan kata atau kalimat yang disampaikan.
c)    Jurnalistik Media Elektronik Audio Visual (televisi siaran)
Merupakan gabungan dari segi Verbal, Visual, Teknologikal, dan dimensi dramatikal.
E.   Hubungan / Ikatan Komunikasi dengan Jurnalistik
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lian, yang bertujuan memberi tahu, merubah sikap perilaku, pendapat, tindakan ataupun yang lainnya. Baik secara langsung atau tidak langsung. Sedangkan jurnalistik adalah suatu cara atau tekhnik mengelola berita mulai dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada masyarakat / publik.
Dari kedua kegiatan di atas, memiliki tujuan ataupun kegiatan yang sama, yakni menyampaikan pesan. Baik berupa informasi, hiburan, atau yang lainnya. Namun ada sedikit perbedaan antara komunikasi dengan jurnalistik. Komunikasi dapat dilakukan secara langsung (tatap muka). Dalam komunikasi ini, seorang penyampai pesan / komunikator dapat mengetahui efek komunikasinya pada komunikator dapat pada saat itu juga. Tanggapan atau respons komunikan itu tersalurkan langsung kepada komunikator. Sedangkan jurnalistik tidak dapat menyampaikan pesan secara langsung / tutup muka. Seperti hal yang dilakukan dalam komunikasi. Karena jurnalistik hanya dapat menyampaikan pesan / informasi melalui media. Baik media cetak, media elektronik auditif, dan media elektronik audio visual.
Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi dan jurnalistiknya sangat berhubungan / berkaitan. Selain itu, dalam komunikasi ada sedikit kelebihan yang tidak dapat dilakukan oleh jurnalistik yakni menyampaikan pesan secara langsung. Karena jurnalistik hanya dapat menyampaikan pesan melalui media. Sedangkan komunikasi dapat melakukan apa yang dilakukan jurnalistik, yakni menyampaikan pesan melalui media. Baik media massa atau media yang lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi sangat dibutuhkan dan sering dilakukan. Apa lagi seorang wartawan yang kegiatannya mencari informasi atau reporter yang kegiatannya mencari fakta-fakta dilapangan. Oleh karena itu dengan berkomunikasi seorang wartawan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang diinginkannya. Selain wartawan dan reporter, dalam dunia jurnalistik masih banyak orang / kelompok yang bertugas. Misalnya editor yang bertugas mengedit data atau pesan yang akan disampaikan kepada publik.
Dari pendapat di atas bisa diterangkan bahwa antara reporter dengan editor itu berada dalam sebuah wadah “ organisasi sosial “. Keduanya pun harus bisa bekerja sama secara baik sesuai tanggung jawabnya masing-masing. “organisasi sosial” pun tidak sekedar kumpulan orang, dan tidak ada mekanisme kerja dan tanggung jawab, apa lagi kerja sama. Yang disebut media cetak adalah kumpulan unsur (beberapa diantaranya reporter dan editor) yang bekerjasama satu sama lain “atas nama” medianya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar