KOMUNIKASI DAN JURNALISTIK
SERTA KAITANNYA
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengantar Komunikasi dan Jurnalistik
Dosen : Asep Saparudin

Disusun Oleh
Kelompok 4
Nurhayati
Desi Nurwanti – Irfan Handi
PROGRAM STUDI DIKSATRASIADA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR
BANTEN
2011
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Alhamdulillahirobil’ alamin, puji syukur penyusun sampaikan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Komunikasi dan Jurnalistik serta kaitannya Makalah ini di buat sebagai salah satu tugas mata kuliah Pengantar Komunikasi dan Jurnalistik.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh sebab itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun, dari pembaca guna untuk intropesi, untuk perbaikan kualitas makalah dimasa mendatang.
Cikaliung, 14 Desember 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
B. Tujuan Pembahasan................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi ............................................................................ 2
a. Secara Terminologis............................................................................
b. Secara Paradigmatis............................................................................
B. Proses........................................................................................................
a. Proses Komunikasi tatap muka...........................................................
b. Proses Komunikasi bermedia..............................................................
C. Pengertian Jurnalistik................................................................................
D. Bentuk.......................................................................................................
a. Jurnalistik Media Cetak.......................................................................
b. Jurnalistik Media Elektronik Auditif..................................................
c. Jurnalistik Media Elektronik Audio Visual.........................................
E. Hubungan / Ikatan Komunikasi dengan Jurnalistik..................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................
B. Saran..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAK
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi
a. Secara Terminologis
Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, di mana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Jadi, yang terlihat dalam komunikasi itu adalah manusia. Karena itu, komunikasi yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi manusia atau dalam bahasa asing human communication, yang sering kali pula disebut komunikasi sosial atau social communication.
b. Secara Paradigmatis
Dalam pengertian paradigmatis, komunikasi mengandung tujuan tertentu; ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, televisi, atau film, maupun media nonmassa, misalnya surat, telepon, papan pengumuman, poster, spandoek dan sebagainya.
Jadi komunikasi dalam pengertian paradigmatis bersifat intensional (intentional), mengandung tujuan; karena itu harus dilakukan dengan perencanaan. Sejauh mana kadar perencanaan itu, bergantung kepada pesan yang akan dikomunikasikan dan pada komunikan yang dijadikan sasaran.
Mengenai pengertian komunikasi secara paradigmatis ini banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi dari sekian banyak definisi itu dapat disimpulkan secara lengkap dengan menampilkan maknanya yang hakiki, yaitu :
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media.
B. PROSES KOMUNIKASI
Dari pengertian komunikasi sebagaimana diutarakan diatas, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang di cakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam “bahasa komunikasi” komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:
- Komunikator – orang yang menyampaikan pesan;
- Pesan – pernyataan yang didukung oleh lambang;
- Komunikan – orang yang menerima pesan
- Media – sarana atau saluran yang mendukung pesan bilakomunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya;
- Efek – dampak sebagai pengaruh dari pesan
Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek menurut kadarnya, yakni:
a). dampak kognitif
b). dampak afektif
c). dampak behavioral
dampak kognitif adalah dampak yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu meningkat intelektualitasnya.
Dampak efektif lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognitif. Di sini tujuan komunikator bukan hanya sekadar supaya komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya; menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah, dan sebagainya.
Yang paling tinggi kadarnya adalah dampak behavioral, yakni dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan, atau kegiatan.
a. Proses Komunikasi Tatap Muka
Dikatakan komunikasi tatap muka karena ketika komunikasi berlangsung, kimunikator dan komunikan saling berhadapan sambil saling melihat. Dalam situasi komunikasi seperti ini komunikator dapat melihat dan mengkaji diri sikomunikan secara langsung. Karena itu, komunikasi tatap muka sering kali disebut juga komunikasi langsung (direct communication). Komunikator dapat mengetahui efek komunikasinya pada saat itu juga. Tanggapan/respons komunikan itu tersalurkan langsung kepada komunikator. Oleh sebab itu pula sering dikatakan bahwa dalam komunikasi tatap muka arus balik atau umpan balik (feedback) terjadi secara langsung. Arus balik atau umpan balik adalah tanggapan komunikan yang tersalurkan kepada komunikator. Dengan lain perkataan, komunikator mengetahui tanggapan komunikan terhadap pesan yang disampaikan kepadanya.
a. Komunikasi Antarpersona
Komunikasi antarpersona (interpersonal communication) adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis, berupa percakapan.
b. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi dengan sejumlah komunikasi. Karena jumlah komunikan itu menimbulkan konsekuensi, jenis ini diklasifikasikan menjadin komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar.
b. Proses komunikasi bermedia
Komunikasi bermedia disebut juga komunikasi tak langsung (indirect communication), dan sebagai konsekuensinya arus balik pun tidak terjadi pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikator tidak mengetahui tanggapan komunikan pada saat ia berkomunikasi. Oleh sebab itu, dalam melancarkan komunikasi dengan menggunakan media, komunikator harus lebih matang dalam perencanaan dan persiapannya sehingga ia merasa pasti bahwa komunikasinya itu akan berhasil.
a. Komunikasi Bermedia Massa
Dari definisi tersebut didapati empat unsur yang membangun dunia jurnalistik
b.
c.
C.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar